Persepsi Bangsa Indonesia Tentang Anime
Assalumu’alaikum wr wb
Yo! Ini adalah pertama kalinya saya memposting sebuah bahan diskusi di forum K.com ini. Semenjak ide-ide saya buntu dan sudah malas membaca karya-karya (mohon maaf sebesar-besarnya, hal ini dikarenakan saya banyak kerjaan, membuat komik yang deadline-nya akhir bulan ini dan kerjaan di sekolah sebagai anggota OSIS.
Topik yang saya angkat ini mungkin terdengar agak “kenapa” begitu, ya! He he he…, tapi…, topik ini saya angkat berdasarkan pengalaman dan kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan.
Siapa yang tak tahu film Anime?
Anime sebenarnya sama dengan film kartun, akan tetapi, anime adalah film kartun khas Jepang. Hal dapat ini dibedakan dengan melihat karakter yang terdapat dan alur ceritanya. Kebanyakan karakter berbentuk chibi dan bermata lebar. Alur ceritanya biasanya ada yang singkat maupun panjang seperti sinetron, contohnya Naruto dan One Piece.
Kembali ke tema! Tapi, ada satu hal yang menjadi perhatian tentang anime ini. Banyak orang-orang tua di Indonesia beranggapan kalau film anime itu tidak mendidik. Contohnya adegan pertarungan yang sampai berdarah-darah yang dilakukan oleh bocah 12 tahun, wanita yang seksi (saya ambil contoh Nami di One Piece). Mereka kalut setengah mati ketika mengetahui bahwa anak-anak mereka yang kecil-kecil setiap hari menyaksikan hal begituan.
Kenapa baru kaluuuut???
Pada dasarnya hal ini awalnya terjadi karena orang tua beranggapan. “Bah! Film kartun! Film kayak beginian mah untuk anak-anak!” Kalau semua orang tua beranggapan seperti itu dan membiarkan anak-anaknya menyaksikan film anime tanpa pengawasan (yang dimaksud adalah alur cerita yang bukan untuk anak-anak), dapat dipastikan setiap hari akan ada anak yang meninggal dunia, tawuran antar SD atau TK mungkin, kata-kata kasar, dan lain sebagainya.
Persepsi tersebut harus segera dihilangkan, SEGERA!!!
Anime maupun film kartun pada dasarnya hanyalah sebuah media apresiasi seni. Yang lebih menentukan sama dengan sinetron anak-anak maupun remaja, yaitu ceritanya. Anggapan film kartun atau anime sebagai santapan anak-anak tak dapat lepas pada masa lalu dimana film kartun baru muncul dan baru bisa menampilkan cerita yang sederhana. Akan tetapi, sekarang sudah berbeda. Teknologi yang canggih membuat anime semakin mantap. Contohnya yang memakai teknologi adalah serial Gundam, Bay Blade, Naruto, dan sebagainya.
Alur cerita pun berkembang. Bertambah rumit dan bervariasi. Mengalahkan tema-tema yang diangkat sinetron Indonesia yang itu-itu saja (ini adalah beberapa faktor mengapa saya lebih suka nonton anime ketimbang sinetron), walaupun ada yang mengusung tema berbeda seperti sinetron “Elang”.
Kasus tewasnya anak akibat menirukan adegan di film anime sebenarnya sangat patut disayangkan. Kenapa hal ini bisa terjadi. Akhir-akhir ini KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) menegur Global TV tentang penayangan serial One Piece yang dinilai mengandung kekerasan dan vulgar (oh Namiku sayang, engkau dicerca!), dan mungkin salah tayang, terlalu awal kurasa.
Sebelumnya, serial Naruto pun ditegur. Ratingnya pun berubah, dari SU menjadi R, ada kemajuan juga, akan tetapi tiba-tiba Naruto menghilang dari Global TV dan muncul di Indosiar. Parahnya lagi, serial ini memiliki iklan khusus yan secara terang-terangan dalam iklan itu ia menyebutkan “Bagaimana adik-adik…?” Pernyataan ini dapat dikatakan melenceng dan melanggar dari rating yang tekah ditentukan. Indosiar sebenarnya hanya sedikit film anime khusus anak-anak, contohnya: Bleach, Naruto, Detective Conan, Dragon Ball, Initial D, Masked Rider, Mobile Suit Gundam (sekarang sudah selesai).
Dapat dikatakan, persepsi anime hanya untuk anak-anak adalah salah besar. Hal ini harus diluruskan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Kini, yang harus kita ingatkan berkali-kali adalah:
Adik-adik kita
Orangtua Kita
dan Stasiun Tv yang rakus akan rating tanpa memperdulikan baik tidaknya acaranya dikonsumsi.
Sebagai acuan, di Jepang, serial Naruto ditayangkan pada pukul 7.30 malam waktu setempat. Tak usah jauh-jauh, di Singapura, mereka menayangkan serial Inuyasha pada pukul 11 malam waktu setempat.
Bagaimana? Mau memberi tanggapan? Mohon maaf jika di bahan diskusi ini terlalu “kenapa…” begitu. Ini adalah murni curahan hati saya. Kapan-kapan saya akan membahas sinetron Indonesia. Salam manis.
Aku harap aku bisa mencium semua anggota K.com (khususnya yang cewek ^_^, Just Kidding)
Akhir kata, Wassalamu’alaikum wr wb.
(Ditulis oleh Seksi Mading SMANSAKA 2008-2009)
Tulisan ini juga bisa dibaca di:
http://www.kemudian.com/forum/bahas_cerpen/177265
